TNA (Training Need Analysis)
Institusi KAI di Aston Semarang
11-12 Feb 2026
Training Need Analysis (TNA) adalah proses sistematis untuk mengidentifikasi kesenjangan kompetensi (competency gap) antara kemampuan yang dimiliki karyawan saat ini dengan kemampuan yang dibutuhkan untuk mencapai target bisnis.
Kinerja yang diharapkan – Kinerja saat ini = Kebutuhan training
TNA memastikan training itu tepat sasaran, relevan, dan berdampak ke bisnis, bukan sekadar formalitas atau “asal ada pelatihan”.

Tujuan Training Need Analysis
- Mengidentifikasi gap kompetensi
- Menentukan prioritas pelatihan
- Menghindari pemborosan biaya training
- Menyelaraskan program training dengan strategi bisnis
- Meningkatkan performa individu & organisasi
1. Organizational Analysis (Analisis Organisasi)
Fokus: Apakah organisasi memang membutuhkan training?
Yang dianalisis:
- Visi, misi, dan strategi perusahaan
- Target bisnis
- Perubahan regulasi
- Perubahan teknologi
- KPI perusahaan
- Budaya kerja
Contoh:
Jika perusahaan ingin go digital, maka perlu training:
- Digital mindset
- Digital marketing
- Data analytics
- System adoption
2. Task/Job Analysis (Analisis Pekerjaan)
Fokus: Kompetensi apa yang dibutuhkan oleh suatu jabatan?
Yang dianalisis:
- Job description
- Job specification
- SOP
- Standard kompetensi
- KRA / KPI jabatan
Output-nya:
Daftar kompetensi yang wajib dimiliki (knowledge, skill, attitude)
Contoh:
Untuk posisi Social Media Admin:
- Copywriting
- Content planning
- Canva / design basic
- Insight reading
- SEO basic
3. Individual Analysis (Analisis Individu)
Fokus: Siapa yang butuh training dan di area mana?
Sumber data:
- Performance appraisal
- KPI achievement
- Assessment / competency test
- 360 feedback
- Supervisor evaluation
- Interview
Contoh:
Dari evaluasi, ternyata:
- Tim A kurang di analytical skill
- Tim B kurang di communication skill
Hubungan TNA dengan Performance Management
Dari sisi Performance Management, TNA sangat berkaitan dengan:
- KPI
- Performance Appraisal
- Competency Framework
- Succession Planning
- Talent Development
TNA yang bagus harus berbasis data performance, bukan asumsi.
